Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

[TENTANG PINDAH QUADRAN] GUNAKAN OTAK KANAN KETIKA MEMULAI BISNIS

Kerja Keras Pendapatan Kecil
Pindah kuadran suatu keharusan. Tentu dan pasti. Anda yang berada dalam posisi sebagai karyawan (employee = E) harus bisa pindah ke kuadran kanan (yaitu kuadran Bussiness Owner). Karena sebesar apapun gaji yang anda nikmati posisi anda bukan dalam zona terbaik.
Apapun profesi dan posisi Anda saat ini, masih ingatkah saat Anda menerima gaji atau komisi atau pendapatan untuk pertama kalinya ? Pada saat itu, apakah yang Anda rasakan ? Sebagian dari kita merasa sangat senang, bangga, bahagia atau mungkin juga merasa tidak puas. Berapapun jumlah yang didapat, nominal kecil ataupun nominal besar, rasanya sangat senang sekali bisa menghasilkan uang untuk pertama kalinya. Rasa senang pada saat mendapatkan uang untuk pertama kalinya, menjadi pemicu bagi semua orang untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
Tidak penting berapa kali Anda gagal,
yang penting berapa kali Anda bangkit.
[Abraham Lincoln]
Pindah kuadran adalah sebuah istilah
yang menjadi sangat populer lantaran
buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad
karangan Robert T. Kiyosaki.
Bagi sebagian orang, mungkin harus bekerja dengan menghabiskan 8 jam sehari atau ada juga yang menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk bekerja. Sampai terkadang ‘lupa’ makan dan kurang tidur. Saat awal kita masuk dunia kerja untuk menghasilkan uang, di dalam otak kita mungkin dipenuhi dengan berbagai macam idealisme yang indah tentang bagaimana menghasilkan uang dengan lebih cepat. Saat itu, kita mungkin sangat bersemangat dalam menjalankan ide-ide itu. Namun kenyataannya, menghasilkan uang tidak pernah semudah yang kita bayangkan seperti saat baru saja lulus kuliah. Apa yang kita dapat dibangku kuliah, rasanya tidak relevan dengan kehidupan sebagai profesional.
Dalam perjalanan hidup kita, hal yang paling sulit adalah melakukan atau mendapatkan sesuatu untuk pertama kalinya, terutama dalam hal pekerjaan dan mendapatkan uang. Pada awalnya, sangat sulit sekali bagi kita untuk memperoleh pendapatan 1 juta yang pertama, bila kita sudah mendapatkannya, hal kedua yang paling sulit adalah mendapatkan 10 juta yang pertama, kemudian 100 juta pertama dan seterusnya.
Namun bila Anda telah mendapatkan suatu nominal tertentu, misal 50 juta dalam waktu 1 bulan; akan menjadi jauh lebih mudah untuk mendapatkan 1 juta dalam waktu 1 bulan, tergantung tunggangan apa yang kita gunakan.
Kuadran itu Apaan ?
Seperti yang disampaikan oleh Robert T Kiyosaki yang mengelompokkan jenis pekerjaan menjadi 4 kuadran.
E = Employee – Bekerja untuk perusahaan.
Di kuadran ini, kita bisa mendapatkan jaminan pendapatan tetap dalam bentuk gaji. Konsekuensinya, waktu kita untuk perusahaan dan harus patuh pada atasan. Bila kita terlambat masuk kantor atau meliburkan diri sendiri, tentu akan mendapatkan sanksi dari perusahaan. Mungkin awalnya mendapat teguran sampai akhirnya dipecat. Dan tidak mungkin bila atasan memerintahkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan kita akan berkata “Bos, saya pengen tidur siang dulu, besok saja ya saya selesaikan laporannya !!”

SE = Profesional/Self Employee / Toko – Bekerja untuk diri sendiri.

Jenis pekerjaan tidak memberikan pendapatan tetap seperti halnya Karyawan, namun memberikan potensi pendapatan yang luar biasa besar ataupun pendapatan yang biasa-biasa saja bahkan mungkin bisa lebih rendah dibandingkan karyawan suatu perusahaan. Karena semuanya tergantung pada diri sendiri, maka bisa disebut dengan pekerjaan yang memperkerjakan diri sendiri dan menggaji diri sendiri. Jenis pekerjaan ini, memberikan fleksibilitas waktu tapi kita tidak bisa berkata “ah, aku pengen liburan dulu 1 tahun, baru nanti kerja lagi !!”
B = Business Owner – Sistem bekerja untuk pemilik.
I = Investor – Uang bekerja untuk kita (pemodal)
Pengalaman pribadi ketika alih profesi (pindah kuadran) menjadi pengusaha setelah puluhan tahun jadi karyawan, antara lain selalu “merasa sendirian” dan “konflik batin” dalam menjalani bahtera rumah tangga.
Pindah kuadran adalah sebuah istilah yang menjadi sangat populer lantaran buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad karangan Robert T. Kiyosaki. Isitilah ini merujuk pada perpindahan dari kuadran seorang pekerja (employee) bergerak menuju kuadran business owner atau entrepreneuer. Dari seseorang yang tiap bulan menerima gaji secara konstan, bergerak menjadi manusia mandiri yang create their own wealth.
Pilihan menjadi entrepreneur kini tampaknya memang tengah digandrungi banyak orang; dan ini tentu saja merupakan sebuah hal yang layak disukuri
Lima persen penduduk dunia menguasai lebih dari delapan puluh persen uang yang beredar saat ini. Di tingkat lokal, lima persen penduduk Indonesia menguasai sembilan puluh lima persen peredaran uang. Ini berarti sembilan puluh lima persen dari lebih dari dua ratus juta penduduk hanya memegang dan memperebutkan lima persen uang sisanya.
Sekedar membahasakan ulang teori Kiyosaki, sejak kecil kita diajari untuk menjadi pintar, bersekolah tinggi, mencari kerja dengan penghasilan besar atau jaminan uang pensiun. Sejak lama kita dididik untuk pandai dan menjadi employee (pekerja) bagi orang lain. Hanya sedikit orang yang memahami pengelolaan finansial untuk membuat uang bekerja untuk mereka, bukannya mereka yang bekerja demi uang. Juga yang membuat orang pintar bekerja untuk mereka, bukan mereka yang dipekerjakan.
Teori ini juga memberi gambaran dari Kiyosaki bahwa orang cenderung menganggap liabilitas sebagai aset. Orang kaya (dalam definisi ini, orang kaya adalah pemilik perusahaan besar atau investor profesional) mampu membedakan mana liabilitas, mana aset. Mereka mengembangkan aset agar bekerja untuk mereka dan terus menghasilkan uang. Sementara golongan menengah ke bawah menghabiskan sebagian uang mereka untuk memelihara liabilitas.
Pemilik aset inilah yang berada di kuadran kanan (bussiness owner dan investor) yang berjumlah kecil dan menguasai sebagian besar peredaran uang. Sementara kuadran kiri (employee dan self employee, segala macam pekerjaan diluar kuadran kanan) menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja pada orang lain dengan gaji yang kecil.
Kuliah atau Sekolah Kuadran Mana ?
Sejak dulu, sebagian besar dari kita mengikuti alur manusia pada umumnya. Setelah lulus sekolah atau kuliah, lantas menawarkan ijasah dan keterampilan kepada perusahaan milik orang lain. Alangkah enaknya jika kitalah pemilik perusahaan dimana orang lain menawarkan ijasahnya kepada kita. Sayangnya, mengutip kalimat A. Khoerussalim (sarjana Filsafat UGM yang kini menjadi super trainer bisnis, owner Country Donut), orang lebih suka berada pada jalur aman jika sudah menyangkut permasalahan uang. Tidak berani mengambil dan menghadapi resiko untuk mencoba sesuatu. Mereka lebih suka berpenghasilan tetap daripada tetap berpenghasilan. Siapa yang menjamin kita akan terus bekerja untuk perusahaan X? Siapa yang tidak khawatir dengan persiapan hari tua?
Kalau kita punya tabungan atau deposito sekian juta di bank, akan sangat membantu jika digunakan sejak sekarang untuk mulai membangun aset kita, untuk segera berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan. Keuntungan bisnis dari investasi maupun membangun aset berkali lipat dibanding bunga bank yang hanya beberapa persen. Salah satu jalan kebangkitan ekonomi Indonesia adalah melalui munculnya entrepreneur pribumi yang berani bersaing dengan produk impor.
Yuk Pindah Kuadran
Last but not least, jangan pernah menyesal dan malah bangga menjadi pengusaha dan kita harus berhasil mengajak istri dan anak-anak dan keluarga serta teman-teman menjiwai spirit entrepreneur.
Berikut ini contoh rasa tidak enaknya menjadi pengusaha (rasa yang terjadi pada tahap awal), khususnya selepas dari profesi karyawan, antara lain :
1. Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih-bersih kantor dan gudang… persis buruh pasar yang selalu kepanasan dan keringatan.
2. Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian casual / polo shirt, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.
3. Pressure jiwa karena ingin segera sukses sebagai pengusaha membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.
4. Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya.
5. Ya Tuhan it’s a real wild jungle zone… I was almost hopeless…
6. Godaan untuk kembali menjadi karyawan dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan terakhir selalu menawari kursi empuk Direktur.

Negeri tercinta ini masih sangat membutuhkan barisan manusia mandiri yang berani mengambil resiko menjadi wirausahawan/wati. Sebuah keberanian untuk meretas jalan panjang demi meraih apa yang acap disebut sebagai financial freedom.

Pertanyaannya adalah : jika kita sudah terlanjur menjadi pekerja kantoran (employee) dan mungkin kini tengah menikmati sebuah comfort zone, apa yang mesti harus dilakukan untuk pindah kuadran? Dan kapan sebaiknya pindah kuadran? Tak ada jawaban baku disini, sebab seperti kata pepatah “ada banyak jalan menuju Roma”. Demikian pula, mungkin ada seribu jalan untuk melakoni proses perpindahan kuadran. Namun disini, saya hendak mendedahkan sejumlah catatan yang mungkin layak digenggam.
Catatan yang pertama adalah ini: kalaulah kelak Anda ingin menyodorkan resignation letter (jangan tulis surat pengunduran diri tapi surat pemajuan diri) dan bertekad bulat full time menjalani wirausaha, pastikan bahwa probalilitas keberhasilan bisnis/usaha yang akan Anda tekuni itu setidaknya berada pada kisaran angka 70 %. Pertanyaan berikutnya : dari mana angka 70 % diperoleh? Ya tentu saja berdasar analisa atas potensi pasar. Ini bisa dilakukan dengan cara observasi, survei secara sederhana, ataupun berdasar kisah kegagalan/keberhasilan serta pengalaman dari para pelaku bisnis di bidang yang akan Anda tekuni. Angka itu juga mesti memperhatikan kapabilitas internal Anda dalam menjalani usaha yang akan ditekuni. Namun pada akhirnya, semua juga terpulang pada your personal judgement. Kalau Anda bermental penakut, meskipun secara rasional hasil analisa menunjukkan bahwa 70 % usaha ini akan berhasil, namun mungkin hati kecil Anda akan selalu bilang “rasanya peluang bisnis ini untuk berhasil kok cuman 20 % saja….”. Wah, kalo begini mindset sampeyan, ya ndak jalan-jalan. Kalu begini, berarti mindset Anda yang perlu direparasi (silakan baca tulisan tentang mindset untuk merefresh mindset Anda).
Catatan yang kedua adalah ini : kalaulah Anda belum berani full time pindah kuadran, maka tentu saja Anda bisa menjalani apa yang di sebut sebagai “double kuadran”. Bekerja di kantor tetap dilakoni, namun perlahan-lahan mulai merintis bisnis secara mandiri. Kelak kalau roda bisnis itu ternyata bisa memberikan income yang memadai, baru kemudian mengajukan pengunduran diri (tapi surat nya berbaunyi pemajuan diri karena kita maju dari pekerja jadi pengusaha) dari kantor. Model semacam ini menjanjikan rute yang lebih aman, dan sudah banyak kisah keberhasilan yang tersaji melalui rute double kuadran ini. Melalui smart management atau juga melalui pengaturan waktu yang tepat, pilihan model ini rasanya sangat layak untuk dicoba.
Pertanyaan terakhir : lalu apa dong kira-kira bisnis yang harus di lakukan? Nah ini pertanyaan yang mudah dijawab. Silakan saja datang ke toko bukunya Gramedia atau toko buku terdekat di kota Anda. Disitu Anda akan segera melihat puluhan atau mungkin ratusan buku tentang beragam peluang bisnis : mulai dari kiat bisnis waralaba, peluang bisnis baju koko, bisnis rumah makan mak nyus, bisnis jualan obat, bisnis secara online, bisnis jualan air isi ulang, bisnis properti…….semua ada, tinggal dipilih-pilih mana yang paling cocok menurut Anda.
Cara kita bereaksi terhadap perbedaan perbedaan itulah yang menyebabkan kita tetap berada di suatu kuadaran atau di kuadaran lainnya. Ketika kita menyeberang dari kuadaran “E” ke kuadran “B”, secara intelektual dia bisa memahami prosesnya, tapi ia tak bisa menanganinya secara emosional. Ketika muncul masalah, dan dia mengalami kerugian, dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menyelesaikan masalah itu…, jadi, dia kembali ke kuadran di mana ia paling merasa nyaman. Ketika rasa takut kehilangan uang dan gagal menjadi terlalu menyakitkan, perasaaan yang sama sama kami miliki, dia memilih mencari rasa aman, dan aku memilih mencari kebebasan. Meski kita semua manusia, jika menyangkut uang dan emosi yang berkaitan dengan uang, kita semua memberikan reaksi yang berlainan. Dan cara kita bereaksi kepada berbagai emosi itulah yang sering menentukan kuadran mana yang kita pilih sebagai tempat memperoleh penghasilan. Dan jika ingin berhasil dalam kuadran mana pun, kita harus punya lebih banyak daripada sekedar ketrampilan. Dan juga harus tahu perbedaan inti yang membuat orang mencari kuadaran yang berbeda. Pahamilah itu, dan hidup akan jadi jauh lebih mudah. Semua orang dapat pindah kuadaran, tapi berganti kuadran tdak seperti berganti pekerjaan atau berganti profesi. Berganti kuadaran sering berarti mengubah inti siapa dirimu, caramu berpikir, dan caramu memandang dunia. Perubahan itu lebih mudah bagi orang tertentu daripada bagi yang lain hanya karena sebagian orang menyukai perubahan sedangkan yang lain menentangnya. Dan berganti kuadran seringkali merupakan pengalaman yang mengubah hidup. Ini adalah perubahan yang sangat besar seperti kisah abadi tentang ulat yang berubah menjadi kupu kupu. Bukan dirimu saja yang akan berubah, tapi juga teman temanmu. Ketika kau masih berteman dengan teman-teman lamamu, ulat mengalami kesulitan melakukan hal hal yang dilakukan kupu kupu. Jadi perubahan ini adalah perubahan besar, dan tidak banyak orang yang memilih untuk melakukannya.
Apa Perbedaannya :
Nilai inti adalah nilai nilai yang berasal dari jiwa jiwa mereka :
Kata – Kata Kuadran “E”
Seseorang yang berasal dari kuadran “E” atau pegawai, kemungkinan akan berkata : “Saya mencari pekerjaan yang aman dan menjamin, dengan bayaran tinggi dan tunjangan bagus”
Kata – Kata Kuadran “S”
Seseorang yang berasal dari kuadran “S” atau pekerja lepas, kemungkinan akan berkata : “Tarif saya $35 per jam ” atau “Tarif komisi normal saya 6 persen dari nilai total” atau “Saya sepertinya tidak bisa menemukan orang yang mau bekerja dan melakukan tugas ini dengan besar” atau “Saya menggunakan 20 jam tenaga saya dalam proyek ini”
Kata – Kata Kuadran “B”
Seseorang yang beroperasi dari kuadaran “B” atau pemilik bisnis kemungkinan akan berkata :” “Saya mencari seorang presiden baru untuk menjalankan perusahaan saya”
Kata – Kata Kuadran “I”
Seseorang yang beroperasi dari kuadran “I” , atau investor, kemungkinan akan berkata : “Apakah cash flow saya berdasarkan tingkat laba internal atau tingkat laba neto ? ”
Kata kata alah alat yang ampuh. Mendengarkan dengan cermat kata kata yang digunakan seseorang, dan kemudian akan tahu kata kata mana yang harus digunakan, dan kapan menggunakannya supaya bisa memberikan tanggapan yang paling effektif. Satu kata bisa membangkitkan semangat satu jenis orang sementara kata yang sama bisa sepenuhnya mematikan semangat orang yang lain. Untuk menjadi pemimpin yang baik, pertama harus menjadi pendengar yang baik. Jika tidak mendengarkan kata-kata yang digunakan seseorang. Anda takkan bisa merasakan jiwa mereka. Jika tidak mendengarkan jiwa mereka, anda takkan pernah tahu dengan siap anda berbicara.
Maka itu setelah selesai membaca kupasan tentang kuadran anda punya keharusan untuk segera pindah kuadran. Ayo kapan lagi, ingat jangan pakai otak kiri untuk pindah kuadran karena analisanya akan panjang dan melelahkan.
Untuk pindah kuadran kanan pakai yang kanan. Benar kan ?
Keterangan :
Aset, definisi mudahnya sesuatu yang terus bekerja dan menghasilkan uang tanpa keterlibatan/meski ditinggalkan oleh pemilik. Misalnya perusahaan bagi owner dan investasi bagi investor.
Liabilitas, suatu benda yang mampu bekerja/menghasilkan uang tetapi membutuhkan pemeliharaan yang bisa menimbulkan pengeluaran baru atau mengurangi harga benda tersebut. Misalnya mobil dan rumah.

00.59 | Posted in | Read More »

Indah Pada Waktunya


Cewek 16 tahun, nggak begitu cantik dan terkenal. Pipiku tak semulus 3 tahun yang lalu. Apa karena keharmonisan kelurgaku sudah hilang? Kemulusan di pipi juga harus ikut hilang? Ah tidak. Mungkin karena tak lagi terpoles macam pelembab, bedak, pembersih dan lain sebagainya, disebabkan karena ak tak kan sempat lagi memikirkan hal begituan. Inilah yang kusayangkan, walaupun nggak punya body perfect, setidaknya aku masih punya keharmonisan. Tapi mengapa itu semua juga hilang?
Dear diary,
20 Januari 2011.
Sudah kesekian kalinya aku mendapat nilai 100 di hampir semua mata pelajaran. Tuhan, terimakasih atas nilai fisika tadi. Tapi kenapa Tuhan? Kesekian kalinya pula kedua orang tuaku tak menghiraukan bagaimana nilaku di sekolah. Seperti hari – hari sebelumya, selalu saat makan malam juga..Tuhan. Harapanku mereka akan bangga padaku. Tapi mana? Tak pernah lupa aku menaruh secarik kertas ulanganku di dekat piring mereka. Mana reaksinya coba? Nihil. Bahkan parahnya, setelah mereka makan, kertasnya malah diterpa angin yang tak tahu kemana perginya. Bundaku , ya masih seperti itu. Nggak mau ngalah. Begitu pula ayahku, egois. Kalau kedaan begini terus, gimana nasibku coba? Masak gara – gara masalah sepele bakal jadi kayak gini? Memang Engkau Maha Adil Ya Tuhan. Kalau aku gak kuat, pasti aku akan melampiaskannya ke hal – hal yang negative. Untungnya aku bisa mengeremnya sendiri.
Kututup diaryku. Kuhela nafas panjang – panjang. Sejenak aku berfikir, kapan orang tuaku bersatu dan aku dianggap lagi? Semua cara sudah kulakukan agar mereka bersatu. Tapi kosong, tak ada respon. Tapi, aku selalu memegang prinsip, segala sesuatu di dunia ini pasti akan indah pada waktunya. Aku harus percaya itu. Teringat sewaktu aku berumur 13 tahun, keluargaku begitu harmonis. Segera mungkin aku mencari tumpukan diary di meja belajarku. Hingga kutemukan diary pada tahun 2008. Aku membolak balik lembaran diary itu menuju tanggal dimana terakhir kali aku merasakan keharmonisan dulu. Ya, tepatnya tanggal 22 Januari 2008. Setelah kutemukan lembaran tersebut, di situ tertulis pada saat makan malam pula, aku bercanda dan tertawa bersama bundaku. Hari itu adalah hari ulang tahunku. Hari itu pula aku merasakan ulang tahun indah yang terakhir kalinya. Aku ingat, sangat – sangat ingat. Bundaku menasehatiku, aku ingat betul bagaimana kata – katanya. “Apa yang terjadi adalah apa yang kamu percaya”. Aku selalu mengecamkannya.
Kubuka lagi lembaran selanjutnya. Esoknya, tanggal 23 Januari, dijelaskan di situ bahwa hari itu orang tuaku berseteru habis – habisan. Masalahnya adalah kesalahpahaman. Bundaku mengira ayahku membelai perempuan lain. Kenyataanya, ayahku hanya mencari pekerjaan tambahan. Tapi bundaku mengira seperti itu. Tidak ada yang mau mengalah. Pikiranku melayang, hingga aku terlelap tidur.
Pagi – pagi sekali aku bangun. Sesegera mungkin kutata tempat tidur. Rencanaku pagi ini adalah berangkat sekolah pagi – pagi. Harapanku supaya tidak bertemu dengan kedua orang tuaku. Aku ingin mencoba cara kali ini. Kalau aku pagi sudah menghilang, apakah mereka akan mencariku atau tidak.
Kutunggu sampai jam pulang sekolah, tetap saja aku tidak dicari. Tega sekali orang tuaku. Menelpon juga tidak. Seperti biasanya, aku pulang dengan membawa selembar kertas bertuliskan angka 100. Aku harap dengan nilai kali ini dapat memicu keharmonisan kelurgaku lagi. Aku harus percaya itu.
Kuselipkan kertas tersebut di antara lembaran – lembaran diaryku. Kali ini ak tidak melakukan tindakan pada saat makan malam. Aku percaya semuanya indah pada waktunya. Jadi, aku harus cukup bersabar.
Hingga malam tiba, saatnya menulis segala unek – unekku pada buku kesayananku ini.
Dear diary,
21 Januari 2011
Tuhan, kali ini aku nggak mau menaruhnya di dekat piring makan orangtuaku. Biarlah mereka sendiri yang menyadarinya. Aku akan bersabar Tuhan. Aku yakin bisa. Tapi, tetap hari ini nggak ada yang special. Selalu hariku begini. Monoton. Aku harap, esok hari, tanggal 22 Januari 2011, hari ulang tahunku,keharmonisan itu kembali lagi seperti 3 tahun yang lalu. Aku ingin, saat bangun tidur esok, aku diberi kecupan oleh ayah dan bundaku. Aku tidak minta apa – apa Ya Tuhan. Hanya itu saja. Aku percaya Kau Maha Adil.
Di baris terakhir halaman itu, kutuliskan “Bunda, Ayah, sadar dong. Putri kalian di sini butuh kasih sayang. Jangan saling egois.” Tanpa sadar air mataku menetes di atas coretan pena tersebut. Kuusap air mataku. Lalu, diary itu kututup. Aku bergegas naik ke tempat tidur. Kudekap buku yang berisi curhatanku ini erat – erat. Hingga terlalap tidur.
Tiba – tiba, aku bangun karena diberi kecupan oleh bundaku. Kulihat dari kejauhan ayahku membawa kue tart kecil berlilinkan angka 16. Mereka bernyanyi Happy Birthday. Betapa bahagianya aku mendengar nyanyian itu. Aku bergegas bangun dan menghampiri ayahku yang baru berjalan setengah tangga.
“ahh, sialan!” aku terpeleset di tangga. Tapi setelah itu, pandanganku kabur, dan kosong. Tapi perasaanku seperti ada seseorang yang menghampiri dan menyentuh tanganku. Lama kelamaan, aku tak merasakan apa – apa lagi.
Setelah lama aku tak merasakan apa – apa, kini sangat terasa panas matahari masuk ke celah – celah tirai kamarku. Mataku mengeriyip berusaha terbuka. Astaga, itu cuma mimpi. Harapnku terasa sirna. Kuraba – raba di sekitar bantalku. Aku tidak menemukan keberadaan diaryku. Dimana dia? Aku semakin panik. Kalau sampai diary itu hilang, harapanku benar – benar pupus.
Sesaat, aku terdengar nyanyian lirih.
“Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Mona!!!” Ya Tuhan, ini kan hari jadiku. Aku sampai tidak ingat. Kudengar suara itu makin pekat di telinga. Kulihat Ayahku membawa tart kecil. Bundaku juga mendekat. Astaga, persis seperti mimpiku semalam.
“Happy Birthday Mona.” Kata Bundaku seraya mengecup keningku. Dia juga menyodorkan sekotak kecil. Lekas kubuka kotak itu. Aku sangat kaget. Kenapa diaryku ada di tangan bundaku?
“Terimakasih Ayah, Bunda. Tapi, kenapa kalian tiba – tiba peduli? Oh iya, kenapa pula diaryku ada di tangan kalian?” kataku teramat bernahagia.
“Mona, karena coretan penamu di buku kecil ini, hati kami terbuka. Bunda sudah membacanya dari awal sampai lembaran terakhir.” Jawab bundaku tersenyum.
“Lalu? Bagaimana bisa mendapatkannya?” tanyaku penasaran.
“Semalam kamu mimpi apa? Kamu berteriak kenceng banget. Membangunkan kami. Bunda naik ke atas. Ternyata kamu hanya terbawa mimpi kan?” jelas bunda.
Aku hanya bisa menyodorkan senyum bahagiaku pada mereka seraya berfikir. Sungguh, keharmonisan ini telah kembali. Memang benar kata – kata bunda. Apa yang terjadi adalah apa yang kita percayai. Selama ini harapanku telah terwujud. Cukup dengan kesabaran dan percaya kalau indah itu pasti terjadi pada saat yang tepat sesuai kehendak-Nya

00.54 | Posted in | Read More »

Tetep Cantik Dengan Jilbab


Mendengar kata cantik, yang terbayang adalah seorang wanita yang anggota wajahnya -mata, hidung dan bibir- proporsional, sedap dipandang mata. Cantik juga dikaitkan dengan kulit yang terawatt baik, rambut hitam bercahaya, bentuk tubuh langsing dan gaya berbusana yang up to date. Bicara soal busana, seringkali yang dituduh sebagai penyebab ketidakcantikan seorang adalah jilbab. Dengan pakaian yang syar’i, memang bentuk tubuhnya yang langsing tak tampak lagi. Kecantikan fisik merupakan salah satu nikmat dari Allah yang dikaruniakan kepada sebagian saudari kita. Misalnya saja, suatu ketika kita diberikan nikmat oleh Allah berupa harta yang sangat berharga.Tentunya kita hati-hati menjaga harta itu, melindunginya dari jamahan orang lain, tidak menghamburkan pada setiap orang, dan hanya mempergunakan  di saat yang memang benar-benar tepat. Lalu, bagaimana jika kenikmatan itu berupa kenikmatan fisik, khususnya kecantikan seorang wanita? Mengobral kecantikan fisik pada setiap orang, seolah membiarkan barang yang amat berharga dijadikan keroyokan banyak orang. Dengan begitu, status berharga pun jadi barang rendah dan murah, karena setiap orang akan mudah menikmatinya, beginikah yang diinginkan para wanita? Hijab, Cantik Dimata Allah Semua itu tidak akan terjadi jika muslimah menuruti syariat Allah, mengenakan hijab. Berdasarkan perintah Allah, yang artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, ‘Yang demikian itu supaya mereka mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu…”(Al-Ahzab : 59) Di zaman Rasulullah para sahabiyah begitu mendengar ayat ini turun, langsung merobek selendang tebal mereka untuk dibuat menjadi kerudung. Ummu Salamah bercerita ketika ayat ini turun, maka wanita Anshar keluar dari rumah mereka dengan memakai kerudung, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung gagak. Kecantikan fisik memang merupakan nikmat dari Allah. Nikmat akan bertambah jika pandai-pandai bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, nikmat bias berubah menjadi siksaan jika yang diberi nikmat tidak bias mensyukurinya. Ucapan “Alhamdulillah, wajah saya cantik,” saja, tidaklah cukup. Syukur yang benar adalah menggunakan nikmat itu untuk taat kepada Allah. Mensyukuri kecantikan fisik adalah dengan memperlakukan kenikmatan tersebut agar senantiasa sesuai dengan perintah Allah. Berjilbab Menjadikan Anda Cantik Berhijab itu cantik di mata Allah, walaupun di mata manusia pengumbar pandangan dianggap tidak kelihatan cantik. “Dengan berjilbab, saya jadi tetap cantik, kan?” begitulah kiranya komentar yang tepat. Tapi komentar ini pun bisa jadi salah besar. Lho? “Dengan berjilbab, kulit saya kan jadi tertutupi, tidak kepanasan, sehingga tidak menjadi coklat dan kusam. Nah saya kan jadi tambah cantik.” Wah, jika dimaknai seperti itu, amalan berjilbab pun jadi sia-sia. Memang, ada muslimah yang berhijab dengan niat yang tidak benar. Salah satunya seperti diatas tadi, berhijab untuk menjaga kecantikan kulit. Ada yang berhijab dengan niat menutupi cacat di tubuhnya. Ada pula yang berhijab agar terkesan sebagai wanita shalihah di mata masyarakat. Niat beramal shalih seharusnya dikembalikan ke jalan yang benar. Ingatlah, sabda Nabi, yang artinya: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan sampai kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijarahnya karena dunia yang ingin diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, ia pun akan mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Mungkin saja muslimah yang berniat tidak benar ini akan mendapatkan apa yang ia cari. Mungkin kulitnya memang akan tetap kuning, aib itu tertutupi dan nama baik bakal diperoleh. Tapi tentu saja tidak akan mendapatkan sesuatu yang lebih agung. Yaitu Ridha Allah. Saya Berjilbab Tapi Tetap Cantik, kan? Komentar di atas bisa jadi muncul dari seorang muslimah jilbaber. Sekali lagi, komentar di atas perlu di kritisi. Jika wajahnya memang sudah dari dulu cantik, tidak masalah komentar seperti itu. Tapi jika ‘tetap cantik’ ia artikan sebagai tetap bisa tampil cantik di luar rumah dengan pakaian ketat walaupun panjang, bibir berlipstik walaupun berjilbab, maka sama tidak bolehnya dengan yang di atas tadi. Muslimah yang seperti ini juga menjamur. Jilbab dalam pengertian mereka adalah ‘yang penting pakai kerudung’. Tidak perduli dengan criteria lainnya. Jadilah mereka jilbaber gaul yang kerudungnya mini, pakaiannya ketat, kakinya pun pake celana panjang sempit. Walaupun niatnya sudah benar karena Allah, namun jilbab yang ia kenakan seperti itu, tetap saja belum sempurna. Amal ibadah akan sempurna jika ada dua syarat, yaitu niatnya benar karena Allah, dan yang kedua sesuai dengan syariat. Berikut ini ketentuan hijab yang syar’i:
  • Jilbab itu longgar, sehingga tidak memvisualisasikan lekuk-lekuk tubuh
  • Tebal, sehingga tidak kelihatan sedikitpun bagian tubuhnya, warna kulitnya misalnya.
  • Tidak memakai wangi-wangian
  • Tidak meniru model pakaian wanita kafir.
  • Tidak memilih warna kain yang mencolok, sehingga menjadi pusat perhatian orang.
  • Menutupi seluruh tubuh, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
Semua muslimah -yang cantik sejak lahir ataupun tidak- harus mempercantik dirinya sesuai dengan syariat. Jika sudah mengamalkan, jadikanlah kenikmatan yang Allah berikan itu selalu dijaga, tidak diobral layaknya barang murahan. Wallahu a’lam Sumber : Majalah El-Fata Edisi 7/II/2002 hal. 12-13

00.51 | Posted in , | Read More »

PINTU-PINTU SEDEKAH

Bersedekahlah, agar Allah punya alasan untuk melipatgandakan harta benda anda!
Perbaiki sedekah anda, rawat dan siramilah pahalanya…




PINTU-PINTU SEDEKAH
Sedekah berasal dari kata; ash-shiqu yang berarti benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sedekah adalah amal yang muncul dari hati yang penuh dengan iman yang benar, niat yang shahih, dan bertujuan untuk mengharap ridha dari Allah. Dalam maknanya yang umum, sedekah meliputi seluruh amal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Makna tersebut dapat kita lihat antara lain dari sabda Rasulullah SAW.
Abu Zar meriwayatkan bahwasanya beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah SAW “Ya Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka mengerjakan sholat sebagaimana yang kami kerjakan, dan mereka juga dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka. “ Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan banyak hal yang dapat kalian sedekahkan?Sesungguhnya setiap ucapan tasih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang makruf juga merupakan sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan pada persetubuhan juga ada nilai sedekah. “Mereka bertanya, “ Ya Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang menunaikan syahwatnya juga berpahala?” Rasulullah SAW menjawab, “ Bagaimana pendapat kalian jika ia menempatkannya pada tempat yang haram, bukankah ia akan berdosa? Demikian pula jika ia meletakkannya pada sesuatu yang halal, maka ia akan memperoleh pahala. “(H.R.Muslim)
Begitu juga dapat kita cermati dalam sabda Rasulullah Saw berikut ini: “Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari selagimatahari terbit. Kami mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah; menolong seseorang untuk menaiki kendaraannya adalah sedekah; ucapan yang baik adalah sedekah; setiap langkah yang diayunkan menuju shalat adalah sedekah; dankamu menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah. “(H.R. Al-Nukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukan pintu-pintu sedekah yang sangat banyak. Setiap orang dapat memperoleh pahala sedekah jika melakukan salah satu dari hal-hal yang diperincikan oleh Rasulullah Saw tersebut. Bahkan, dalam keterangan yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berjumpa dengan sesama muslim dengan wajah ceria saja merupakan seekah yang bernilai di sisi Allah SWT. Pendek kata, sedekah dalam makna ini mencakup seluruh amal saleh, baik yang zahir maupun yang batin selama sejalan dengan sunah Rasulullah SAW dan diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa sendi-sendi manusia berjumlah tiga ratus enam puluh (tsalasatsu mi’ah wasittun) buah. Sendi-sendi tersebut menghubungkan berbagai anggota tubuh, sehingga membuat bentuk tubuh menjadi indah dan mewujudkan kesatuan gerak sendi ternyata membutuhkan asupan gizi yang cukup, kesatuan gerak. Di samping membutuhkan asupan energi rohani, sehingga sendi-sendi yang banyak tersebut bergerak untuk beramal kebajikan dan mudah menghindar dari keburukan. Nah, tahukah anda bahwa sedekah merupakan asupan gizi bagi sendi-sendi yang dibutuhkan setiap hari?
Imam An-Hawawi menhadirkan keua hadis di atas dalam kitabnya; Arbai’n An-Nawawi No.25 dan 26. Para peserta didik sudah mengenal hadis di atas semenjak sekolah dasar. Dari penjelasan para ulama, kita memahami bahwa Imam An-Nawawi ingin menegaskan pentingnya sedekah demi menjaga dan membentengi anggota tubuh dari kemaksiatan.
Sebagaimana tersurat secara jelas dalam hadis di atas, setiap sendi membutuhkan sedekah sebaai konsumsinya. Sehingga kalau kita menganalogikan pada kebutuhan jasmani untuk gerak fisik, maka ketika gizi dan vitamin makanan tidak mencukupi, menjadi lesulah anggota tubuh untuk beraktivitas menyelesaikan tugas-tugas manusiawi. Demikian pula dengan kebutuhan rohani, ketika sumber energinya tidak diberikan, maka sendi-sendi itu akan malas untuk beramal kebajikan dan akan mudah dikendalikan oleh setan melakukan berbagai kejahatan.
Meskipun sebagian besar dari amalan di atas begitu ringan, tidak berarti setiap orang mampu untuk mengamalkannya. Tidak semua orang mampu, apalagi istiqamah mengucakan kalimat-kalimat thayibah setiap harinya. Tidak setiap orang menyiapkan diri untuk shalat berjamaah di masjid. Tidak setiap orang ringan beramal kebajikan. Oleh sebab itu, untuk mengaplikasikan amalan-amalan sedekah tersebut dibutuhkan keimanan dan kesadaran. Orang yang acuh tak acuh terhadap kepentingan umum akan membiarkan sebuah batu di tengah jalan, meski ia tahu bahwa batu tersebut dapat menyebabkan pengendara sepeda motor terjatu.
Hari-hari ini mungkin Anda pernah melihat tumpukan pasir pembangunan rumah pribadi yang memakan setengah jalan umum. Di siang hari, banyak kendaraan terhambat lewat jika berpapasan. Di dalam hari, beberapa kendaraan terjatuh karenanya. Sementara si pemilik dan pemborong setali tiga uang, tidak begitu menggubri persoalan umum. Paling-paling kalau ada kasus segera minta maaf dan membereskan tumpukan pasirnya.
Kita juga menyaksikan sekelompok orang yang alih-alih mendamaikan dua pihak yang bertikai, mereka justru memperparah konflik dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadinya. Jadi, untuk beramal ringan sebagai sedekah harian bagi tubuh kita, tidak semudah membalikan telapak tangan.

00.45 | Posted in , | Read More »

You Think You Do

Pola pikir dan keyakinan adalah kekuatan di belakang sistem sukses yang ada di dalam diri kita. Apapun yang kita bayangkan dan kita yakini terus menerus dalam benak kita, pada akhirnya akan terwujud dalam kenyataan. Itulah hukum pikiran universal yang berlaku.
Kalau kita selalu berkata, “Mana mungkin aku bisa sukses?”, “Aku sulit berhasil!”, maka kecenderungan sikap mental seperti itu akan disusul oleh kenyataan berupa kegagalan. Sebaliknya kalau kita berkata pada diri sendiri, “Aku bisa sukses!”, “Aku mampu!”, besar kemungkinan kita akan berusaha keras dengan berbagai cara positif sehingga kesuksesan bisa diraih persis seperti yang diyakini dan kita pikirkan. Jadi tepat sekali adanya ungkapan yang mengatakan YOU ARE WHAT YOU THINK
Namun kesuksesan tidak hanya cukup mengandalkan pola pikir saja. Namun harus ada pola sikap atau pola tindakan yang positif. Pola pikir dan pola sikap ini menjadi dua senjata yang ampuh dalam meraih keberhasilan.
Terkadang apa yang ingin kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Jangan terlalu mempertimbangkan apa yang ingin kita lakukan. Bisa-bisa semangat untuk bertindak akan berkurang. Cukuplah pondasi pola pikir dan keyakinan menjadi ujung tombak. Namun  yakinlah ketidakmungkinan itu akan menjadi mungkin bila kita jalani.

So… YOU ARE WHAT YOU THINK, YOU ARE WHAT YOU DO

23.58 | Posted in | Read More »

Belajar ikhlas melalui kehilangan

Pasti kita merasakan ketidaknyamanan ketika kehilangan sesuatu yang kita miliki atau yang kita akui milik kita. Kehilangan uang, sepeda, mobil atau hanya sekedar kehilangan sebuah pensil. Meski sesederhana apapun barang yang hilang, pasti ada yang terlihat beda. Ada hal yang menarik yang bisa dipelajari dalam momen kehilangan. Apa itu? Anda tahu? Yup betul. Seni mengelola hati ketika kehilangan. Berbagai ekspresi ketika kehilangan. Ada yang marah, diam dan berpikir, mondar-mandir kesana kemari sambil berpikir. Mungkin ada berbagai ekspresi lainnya.
Lain halnya dengan pengalaman pribadiku hari Senin kemaren. Saat kehilangan uang 50.000. Heran. Mengapa bisa terjadi. Ah mungkin ini kesalahan ku. Meletakkan uang di saku yang tangan ku sering keluar masuk di saku itu. Saku celana kanan tepatnya. Di tempat yang sama, ku letakkan juga kunci sepeda dan HP. Mungkin saat aku keluarkan kunci atau HP, uangnya ikut keluar tanpa sadarku.
Ketika aku sadar bahwa uangku yang 50 ribu telah sirna, aku hanya bisa bengong keheranan. Mengapa yang biasanya ku letakkan di dompet, ini kok nggak. Grgh…grgh… Aku langsung berpikir mungkin ini infak yang harus aku keluarkan tapi belum ku berikan. “Nggak apa-apa” hiburku. Bisa jadi ini peringatan dari Alloh atas kelalaianku memberikan sedekah yang hanya sedikit. Mungkin sedekahku selama ini kurang banyak. Bisa jadi. Belum pernah aku sedekah cash 50 ribu. Ini kali pertama. Sedekah tanpa sepengetahuanku. Aku berharap uang itu ditemukan oleh orang yang membutuhkan.
Tidak sia-sia uangku menghilang. Ada hikmah besar dibalik itu. Aku tidak merasa kehilangan yang begitu sangat. Uang ini adalah titipan Alloh. Uang hanya sekedar kertas yang bisa dicari kembali. Dalam kehilangan tak sepantasnya kita bersedih atau lainnya. Ikhlaskan saja.
Aku lahir di dunia ini tanpa membawa uang. Aku pun akan kembali ke Alloh tanpa membawa uang. Hanya ilmu dan amal jariyahlah yang akan menemaniku.

23.56 | Posted in | Read More »

Jangan dulu puas

Jika kita sudah mendapatkan yang besar, kenapa ikan kecilnya harus kita lepaskan? Kenapa tidak dua-duanya kita ambil?

Dunia memang bukan segala-galanya. Namun untuk mencapai dunia kita harus merasa bahwa kita hidup untuk seribu tahun, sehingga apa yang akan kita upayakan selalu lebih giat. Demikian pula ketika kita beribadah, kita harus merasa bahwa hidup kita akan berakhir hari ini. Kedua-duanya akan membuat kita tidak puas.

Ketidakpuasan kadang menuntut kita untuk melakukan lebih dari apa yang sudah kita lakukan dan dapatkan. Akan tetapi, ketidakpuasan memang membuat kita selalu saja berpikir lebih maju.

Dengan ketidakpuasan kita selalu berusaha mendayagunakan seluruh kekuatan diri untuk pencapaian hal yang lebih baik lagi. Lebih…….. lebih……… lebih………, dan lebih baik !

Jangan puas pada apa yang kita miliki. Ketidakpuasan bukan berarti tidak menikmati apapun, akan tetapi ketidakpuasan lebih kepada keinginan kita untuk memenuhi dahaga akan sesuatu. Dahaga akan memperoleh ilmu dunia dan akhirat.

Selagi kita masih diberikan kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih baik maka kita harus dapat memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Jangan dilalaikan setiap kesempatan untuk perkembangan kita.


3 alasan kita hanya tidak boleh merasa puas

1. Mengenal Allah.
2. Menambah keimanan.
3. Mencari ilmu pengetahuan.


"Ambillah kesempatan lima sebelum lima, mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk." (HR Hakim dan Baihaqi)

23.46 | Posted in | Read More »

Kalau gagal, engga apa-apa


Seharusnya kita merasa beruntung masih mndapatkan kegagalan karena dengan begitu kita dapat mencapai kebahagiaan

Gagal kan bukan berarti menutup jalan masa depanmu, justru kegagalan merupakan awal dari masa depan yang kamu idamkan.

Marilah kita sama-sama belajar dari kegagalan dan memaknainya selalu. Kegagalan memang manusiawi, sebab manusia memiliki keterbatasan dalam hidupnya. Manusia tidak diciptakan menjadi makhluk serba tahu. Manusia barulah akan mengetahui banyak hal ketika dia banyak melakukan percobaan. Ketika menang, akhirnya kita tahu bagaimana kita bisa melangkahkan kaki untuk menjadi pemenang, demikian pula ketika gagal, akhirnya kita juga semakin tahu di sebelah mana yang dapat menyebabkan kegagalan. Tentunya setelah itu, kita tidak boleh melakukan kegagalan yang sama secara berulang-ulang.

Jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan jangan kecewa pada kegagalan. Jika kita ingin mendapatkan kebaikan, belajarlah dari kegagalan. Kegagalan yang diberikan Allah harus kita manfaatkan sebagai ajang introspeksi diri. Jangan biarkan kegagalan hanya menyisakan kesedihan dan kita tidak sukses mengambil pelajaran yang diberikan.



Manfaat kegagalan

 
1. Kegagalan akan memberika kita tambahan pengetahuan (ilmu).
2. Kegagalan yang disikapi dengan positif akan memberikan tambahan kekuatan untuk menjalani hidup.
3. Kegagalan adalah tangga untuk meraih prestasi.
4. Kegagalan akan memberikan banyak hikmah, sehingga kita dapat melakukan langkah berikutnya dengan lebih baik.



"Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu." (QS. Muhammad : 31)

23.44 | Posted in | Read More »

Masa depan ada di tanganmu

Orang lain hanya sebagai penonton atas segala yang terjadi dalam hidup karena masa depan bukan diberikan oleh mereka tapi diusahakan oleh diri kita sendiri.

Allah menghendaki kemudahan bagi kita dan kita mengupayakan segalanya di tangan kita. Impikan masa depan yang gemilang. Janganlah puas dengan hal yang biasa, umum, dan rata-rata. Prestasi yang biasa, teman-teman yang biasa, keadaan yang biasa, lingkungan yang biasa. Berusahalah untuk menemukan apa yang membuat kamu unik dan asli. Ingatlah, kamu adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan segala kesempurnaan, bahkan ketika kamu merasa kamu biasa-biasa saja.

Perubahan menuju sesuatu yang lebih baik hanya akan kamu dapatkan ketika kamu mengupayakan dengan uasaha dan doa bukan sekedar berpangku tangan menunggu keajaiban.

Situasi apapun bisa kita perbaiki dengan melakukan sesuatu yang berarti. Ketika kita berada pada kondisi tidak beruntung, maka kita akan mampu menjadi si beruntung saat mampu mengupayakan mimpi menjadi kenyataan. Masa depan ada di tanganmu sejauh mana kamu mampu meraihnya dengan keyakinan diri dan berpikir kamu mampu.

Tidak ada seorang pun yang mampu menolong diri kira dari situasi ketidakberuntungan selain diri kita sendiri. Kitalah yang menolong diri kita sendiri. Segeralah meyakini bahwa masa depan diupayakan oleh diri kita, masa depan ada di tangan kita.


Bagaimana mengupayakan bangkit dari keterpurukan

1. Pertebal keyakinan diri untuk bisa bangkit.
2. Pertolongan dan nasihat tidak banyak membantu kecuali kita membantu diri kita sendiri.


"sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-ra'ad : 11)

23.36 | Posted in | Read More »

Komitmen seumur hidup

Keputusan memilih Islam sebagai ‘way of  life’, meski banyak di antara kita terlahir sebagai orang Islam, sebab nenek buyut kita juga adalah orang-orang Islam, tentu bukanlah sikap main-main. Ia harus berasal dari kesadaran sepenuh keyakinan karena pilihan ini akan membawa perubahan besar dalam hidup kita. Kualitasnya di dunia, serta hasil akhirnya di akhirat. Pilihan yang mengejawantah dalam bentuk ubudiyah dalam puncak kecintaan dan ketundukan kepada Allah yang Mahaagung dan Maha Pencipta segala yang wujud di mayapada.

Pilihan ber-islam, adalah pilihan cerdas yang tidak pantas untuk dipermainkan, apalagi disia-siakan. Tidak sepatutnya kita bersantai-santai, bermalas-malas, hingga melakukan diskriminasi atas  tuntutan pengamalannya. Karena, ia bukanlah pilihan bingung yang tidak membawa kepada keyakinan dan kesiapan berkorban untuk mengambil risiko karena telah memilihnya. Ia adalah pertaruhan hidup mati, selamat tersesat, serta bahagia celakanya kita.

Kita tidak bisa berkomitmen kepadanya hanya saat lapang, memiliki waktu luang, kondisi jiwa tenang, serta saat memberikan keuntungan dan kemenangan. Atau hanya ketika kita sakit, terhimpit, serta hidup terasa sulit. Tergopoh-gopoh kita memasrahkan diri kepada Allah pada saat merasa butuh, sedang pada banyak kesempatan yang lain kita bersikap acuh. Tidak! Keislaman kita terlalu agung dan mulia dibanding perlakuan seperti itu.

Karena Islam bukanlah ibarat sebuah klub dimana kita bisa datang dan pergi semaunya bila telah membayar iurannya. Atau semisal panti sosial yang kita kunjungi saat membutuhkannya. Atau seperti rumah sakit yang kita hampiri saat sakit. Yang setelah semuanya normal dan baik-baik saja, kita bergelimang kenikrnatan, kelezatan, dan naungan yang nyaman, boleh meninggalkan dan mengabaikannya.

Seringkali, penyebab lemahnya kita berkomitmen bukanlah karena kurangnya ilmu dan kesadaran akan datangnya kematian. Namun, ia muncul sebagai buah lemahnya iman dan cinta akan dunia yang berlebihan. Sebuah kerusakan di dalam kalbu, bukan di akal belaka! Maka terapinya adalah memperhatikan kebersihan kalbu dari berbagai kotoran dan mengobati berbagai penyakitnya itu.

Kita tidak ingin mendahulukan kelezatan sesaat dan kesenangan semusim di dunia, serta mencari kegembiraan sementara, dengan membayar kesedihan sepanjang masa di akhirat sana. Menceburkan diri ke dalam sumur maksiat dan keinginan rendah lagi hina, dengan berpaling dari ketaatan dan cita-cita mulia. Kita tidak ingin berada di bawah tawanan setan, di lembah kebingungan, dan terbelenggu di dalam penjara hawa nafsu.

Maka, memilih menjadi seorang muslim adalah ujian di atas ujian. Ia butuh mujahadah yang serius dan keteguhan yang utuh untuk menghadapi semua konsekwensinya. Ialah sebenar-benar sarana kita mengabdi kepada Allah, yang kita tidak akan pernah melepaskan pegangannya kecuali bersamaan dengan nafas terakhir yang keluar dari diri kita. Ya, hingga kematian datang menjemput kita!

Sebuah komitmen seumur hidup!

23.33 | Posted in | Read More »

Untaian Nasehat :

“Menuntut ilmu agama ini adalah wajib atas setiap Muslim (pria maupun wanita).” (HR. Ibnu Majah & Baihaqi)

“Barangsiapa yang Alloh kehendaki kebaikannya, niscaya Alloh jadikan dia paham terhadap agama-Nya.” (HR. Bukhari)

“Jika seorang anak Adam wafat maka terputus amalannya kecuali tiga perkara: “shodaqoh jariyah (mengalir pahalanya), ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.” (HR. Muslim)

“Alloh mengangkat derajat orang-orang beriman dari kalian dan orang-orang yang berilmu tentang agama ini dengan beberapa derajat” (QS. Al Mujadalah:11)

priBotTab2

.

Recently Added

Recently Commented

Blog Archive

See More: Zona Moslem seputar informasi Agama Muslimin dan muslimat,sharing Ilmu pengetahuan,problemantika kehidupan,tips dan trick